cara mengurus pindah domisili

Pindah domisili antar kota
Saya akan sedikit sharing pengalaman saya kemarin, ketika istri saya boyong ke tempat domisili say. Awalnya saya agak malas pindah domisili, akan tetapi karena adanya tuntutan penerbitan KK baru yang akan digunakan untuk membuat akte kelahiran si kecil, maka akhirnya saya pun harus mengurusi pindah domisili. Tahapan untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan untuk pindah domisili antar kota dimulai dengan mempersiapkan beberapa kelengkapan dokumen yang meliputi; 1) Kartu keluarga (Asli dan Fotocopy-an 2), 2) KTP (Asli dan Fotocopy-an), 3) Pas Foto (3×4 sebanyak 6 lembar dan 4×6 sebanyak 2 lembar), dan yang terpenting 4) Dana secukupnya untuk administrasi disana-sini. Saya mulai mengurusi pada tanggal 18 maret 2011.
Tahapan-tahapannya yang saya lalui antara lain;
1. Datang ke kantor desa dengan membawa berkas tadi, bilang aja mau pindah domisili. nanti akan diberi 7 lembar berkas surat, yang isinya 5 lembar surat keterangan pindah/mutasi, 1 lembar keterangan kependudukan dan 1 lembar pengantar penerbitan surat SKCK dari Kepolisian setempat. Lalu 5 lembar surat keterangan pindah kita bubuhi pas foto 3×4 dan semuanya dimintakan legalitas ke kepala desa tentunya. Akhirnya saya mendapat surat-surat tersebut dengan administrasi sebesar “lima belas ribu rupiah”.
2. Datang ke kantor kecamatan dengan membawa 7 berkas dari desa ditambah fotocopy KK dan KTP. Jangan lupak KK dan KTP asli harus selalu disertakan. Semua berkas akan diperiksa dan dilegalisasi oleh kepala kecamatan dan kemudian dibuatkan surat pengantar yang ditujukan ke KANTOR KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL. Dokumen kita akan diambil 1 lembar (surat keterangan pindah yang ada 5 tadi) untuk arsip kecamatan. Selesai sudah proses dikecamatan dengan administrasi “sepuluh ribu rupiah”.
3. Datang ke kantor polsek setempat untuk penerbitan surat berkelakuan baik (SKCK). Waktu datang saya tidak membawa helm, akhirnya sama bapak polisi saya disuruh ambil helm dulu dan datang kembali (capek dech…). Disana semua berkas diperiksa dan surat pengantar SKCK dari desa diambil oleh polsek beserta fotocopy KK dan KTP untuk arsip. Untuk penerbitan surat SKCK saya diminta pas foto 4×6 2 lembar. Akhirnya selesai sudah setelah melunasi administrasi “lima belas ribu rupiah”.
4. Datang ke kantor kependudukan dan catatan sipil dengan membawa berkas yang ada ( 1 lembar pengantar dari kecamatan, 4 lembar surat keterangan pindah, 1 lembar surat keterangan kependudukan, 1 lembar surat SKCK, fotocopy KK dan KTP, KK dan KTP ASLI ). Berkas diserahkan kebagian administrasi, kita diberi tanda terima dan tanda pengambilan berkas 1 minggu kedepan. Dan akhirnya pada tanggal 22 maret 2011 saya telah resmi dicabut dari kependudukan kabupaten asal. Saya mendapatkan surat keterangan yang ditujukan ke kantor kependudukan dan catatan sipil kota tujuan yang berisi 3 bendel surat (1 bendel untuk desa tujuan, 1 bendel untuk kecamatan tujuan dan 1 bendel untuk arsip). Surat saya bawa setelah melengkapi administrasi sebesar “sepuluh ribu rupiah”. dan ditambah “sepuluh ribu rupiah” lagi untuk memperbarui KK orang tua saya yang sudah berkurang anggotanya.
5. Datang ke kantor desa tujuan……
(Karena waktu nulis ini, KK dan KTP masih dalam proses, saya belum bisa menyebut biaya administrasinya)

Semoga bisa membantu kawan-kawan yang mau mengurusi perpindahan domisili antar kota.

Update!!!
Untuk penerbitan KK baru, mengganti KK lama dan KTP 2 buah, biayanya limapuluh ribu rupiah.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: